RI-AS Gelar Konferensi Lintas Agama

RI-AS Gelar Konferensi Lintas Agama

- detikNews
Senin, 25 Jan 2010 13:00 WIB
RI-AS Gelar Konferensi Lintas Agama
Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Amerika Serikat (AS) menggelar pertemuan Kerjasama Lintas Agama (Interfaith Cooperation) untuk menyelesaikan permasalahan global kedua negara.

"Kita sedang upayakan yang sifatnya komprehensif. Salah satu bentuk upayanya adalah dengan menjalin komunikasi atau dialog di bidang agama dan hari ini kita memulai proses dialog itu,'' ujar Menteri Luar Negeri Marty M Natalegawa usai pertemuan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jl Pejambon, Jakarta (25/1/2010).

Marty mengatakan, proses dialog sudah dilakukan oleh banyak forum di Indonesia maupun di negara lainnya. Namun, pertemuan ini diharapkan bisa memperluas topik-topik yang sudah ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak hanya masalah keamanan, tapi juga masalah perubahan iklim, pengentasan, kemiskinan, pendidikan dan sebagainya. Terutama membuat program yang action oriented, bagaimana ada rekomen konkret ke depan,'' imbuhnya.

Sementara itu Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan hubungan antaragama harus meyakini kekuatan dialog. Dialog ini harus lebih maju tidak hanya pada ritual atau tataran normatif, tetapi harus melangkah pada paradigma baru.

''Saat ini belum dialog tapi hanya monolog. Kita harus membuat dialog, terutama dialog yang dialogis. Harus komprehensif menyertakan seluruh elemen, kelompok non agama politisi intelektual juga perlu diajak,'' kata Din.

Sejumlah pemuka agama dan wakil organisasi masyarakat dari berbagai keyakinan yang berbeda berdiskusi dengan tema 'Membangun Komunitas Bersama: Meningkatkan Kerjasama Antar-Warga yang Berbeda Keyakinan'.

Konferensi tingkat dunia ini yang pertama kali diselenggarakan, mengawali serangkaian forum pertemuan serupa yang akan diadakan di berbagai belahan dunia lainnya tahun ini.

Dalam konferensi ini juga akan diresmikan pembentukan kelompok kerja lintas-agama regional untuk kawasan Asia Tenggara, yang akan bekerja untuk membangun kemitraan baru antara agama dan komunitas warga dalam upaya menjawab berbagai tantangan pembangunan di wilayah ini.

(mpr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads