Diborgol Bos 16 Hari, Sukarman Trauma

Diborgol Bos 16 Hari, Sukarman Trauma

- detikNews
Senin, 25 Jan 2010 12:22 WIB
Jakarta - Sukarman masih trauma. Sales toko sandal dan kelontong ini baru lepas dari penyekapan yang dilakukan bosnya. Ia diborgol selama 16 hari agar membayar Rp 8 juta pada si bos.

"Dia (Sukarman) lagi ke luar. Tapi masih trauma," ujar istri Sukarman, Etty, kepada detikcom, Senin (25/1/2010).

Menurut Etty, R, bos Sukarman, meminta suaminya mengganti uang hasil penjualan sandalnya dari berbagai toko yang sudah tutup. Uang tersebut sebagai risiko pekerjaan Sukarman sebagai sales.

"Nilai Rp 8 juta tersebut berdasarkan versi si bos. Bukti faktur dan retur mengenai nilai uang tersebut hanya dimiliki R," kata Etty.

Etty mengaku kalau dirinya sebenarnya tidak tahu cerita yang sesungguhnya. Tiba-tiba saja Etty yang sedang di Yogyakarta ditelepon oleh R. Dalam pembicaraan di telepon tersebut, R mengaku sudah menyekap suaminya, Sukarman.

R menyatakan kalau Sukarman menggelapkan uang perusahaan. Etty pun menyatakan kalau dirinya akan ke Jakarta untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Tanggal 9 Januari saya datang. Saya lihat Pak Karman sudah di borgol di rumahnya," jelasnya.

Etty pun membawa surat tanah sebagai jaminan. Etty meminta kepada R agar tidak menahan Sukarman. Namun R menolak. R meminta agar Etty membayar uang awal sebesar Rp 5 juta dahulu. Selebihnya akan dibicarakan lebih lanjut.

"Saya minta keringanan supaya bisa mencicil sebesar Rp 500.000 sebulan. Tapi dia nggak mau," ungkapnya.

Karena tidak punya duit sebesar itu, lanjut Etty, dirinya menceritakan hal ini kepada sanak saudara. Hingga tanggal 23 Januari, Etty bersama saudaranya menemui Sukarman. Saudara Etty kemudian merekam pemborgolan Sukarman.

"Saya disarankan lapor polisi saja. Saya lihat kondisi suami saya sudah jauh berubah. Ternyata malam tetap diborgol. Padahal katanya kalau malam nggak diborgol," tukasnya.

Hari yang sama, sekitar pukul 00.00 WIB, Etty melaporkan pemborgolan suaminya ke Polsek Pondok Aren. Tidak lama setelah itu, polisi melakukan penggerebekan ke rumah R, di Graha Bintaro, Tangerang, Banten.

"Setelah itu saya nggak tahu kejadiannya. Saya sempat pingsan," tuturnya.
(gus/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads