"Saya dan PDIP tidak terpengaruh dengan hasil pertemuan Bogor. Mengenai inisiatifnya dari siapa, wajar-wajar saja," ujar Sekjen PDIP Pramono Anung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2010).
Pram kecewa, kehadiran Ketua DPR Marzuki Alie para pertemuan Bogor itu tidak berkomunikasi dengan pimpinan DPR lainnya. Pram mengaku mendengar pertemuan itu dari TK.
"Komunikasi antara pimpinan seharusnya tidak boleh hilang, tidak boleh DPR kehilangan independesinya. Sebab DPR lembaga tinggi negara dan Presiden memiliki kesibukan yang sejajar. Tidak boleh salah satu merasa lebih tinggi," jelasnya.
Pram berharap pertemuan Bogor tidak mengambil keputusan politik. "Saya terus terang mendengar tidak dari Pak Marzuki tapi dari Pak Taufiq. Saya harap pertemuan Bogor tidak mengambil keputusan politik," tandasnya.
SBY dan pimpinan lembaga tinggi negara bertemu di Istana Bogor pada 21 Januari lalu. Pertemuan ini kabarnya membahas pemakzulan pemerintahan. Pertemuan itu sempat heboh karena kehadiran Marzuki Alie yang tidak mewakili lembaga DPR. Marzuki mengaku pertemuan diprakarsai TK.
(nik/iy)











































