KBRI KL Sudah Hubungi Kakak Nurul Aidah

TKI Tewas di Malaysia

KBRI KL Sudah Hubungi Kakak Nurul Aidah

- detikNews
Minggu, 24 Jan 2010 16:45 WIB
Malaysia - KBRI Kuala Lumpur telah memberi kerabat Nurul Aidah  perihal wafatnya TKI asal Bogak itu. Nurul (30) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu meninggal dengan dugaan dibunuh.

"Pihak KBRI Kuala Lumpur sudah menghubungi kakak korban, Suhelmi, yang tinggal di Bogak, Tanjung Tiram, Batu Bara, Sumatera Utara," kata Minister Councellor Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Widyarka Ryananta dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Minggu (24/1/2010).

Widyarka menceritakan, Kamis 21 Januari 2010 pukul 19.00 waktu setempat, KBRI KL menerima telepon dari agen penyalur, Ms Too. Agen tersebut menanyakan prosedur pemulangan jenazah ke Indonesia. Menjawab pertanyaan tersebut, petugas piket KBRI menjelaskan bahwa pemulangan jenazah warga negara Indonesia harus mendapatkan keterangan dari rumah sakit, kepolisian Malaysia, dan kedutaan Indonesia di Malaysia.

Beberapa jam kemudian Ms.Too menginformasikan jika dirinya sedang membawa tenaga kerja dari Melaka ke Kuala Lumpur. Sesampainya di KBRI, petugas piket mengarahkan Ms Too untuk mengantar langsung TKI tersebut ke rumah sakit Kuala Lumpur karena mengkhawatirkan kondisinya yang kritis.

Ms. Too akhirnya sampai di rumah sakit Kuala Lumpur pada Jumat 22 Januari dini hari. Namun Petugas medis menyatakan Nurul telah meninggal.

“KBRI curiga, Nurul Aidah meninggal ketika masih ada di Melaka. Kalau hal tersebut betul, kami sangat menyayangkan, mengapa jasad Nurul tidak dibawa ke rumah sakit Melaka, malah di bawa ke Kuala Lumpur,” sesal Widyarka.

Sementara itu, polisi Malaysia sebelumnya telah menahan enam orang terkait pembunuhan tersebut. Dari enam tersangka tersebut, tiga orang adalah dari keluarga majikan korban, Krishnan (suami), Lechumi (istri), dan anak majikan. Sedangkan tersangka lainnya adalah dua orang agen penyalur TKI dan seorang supir.

Hasil penyelidikan sementara, polisi menduga kematian ini disebabkan tindakan kriminal. Sebab dari visum yang dilakukan, Widyarka menjelaskan, terdapat luka-luka lebam akibat pukulan benda tumpul di tubuh korban.

"Pasal yang dituduhkan adalah pasal pembunuhan," ujarnya.

Akan tetapi, berdasarkan keterangan polisi Malaysia, Nurul diduga meninggal akibat sakit parah yang dialaminya selama bekerja di rumah majikannya di Melaka Tengah. Majikan Nurul sering mengeluh kepada agen tenaga kerja asing terkait masalah kesehatan pembantu rumahnya.

(rmd/amd)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads