"Ya kita menyesalkan. Itu bertentangan dengan program pengentasan kemiskinan, kenapa malah dijual?" kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana melalui telepon, Minggu (24/1/2010).
Pria yang akrab disapa Bang Sani ini pun tegas-tegas menyatakan ketidaksetujuannya atas jenis wisata tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaiknya, bila ingin menjual obyek wisata, selayaknya yang pantas untuk dipromosikan ke dunia internasioanl.
"Ya sebagaimana di negara lain ada kemiskinan, tapi tidak pernah dijual sebagai komoditi," imbuhnya.
Lalu, bila tidak berkenan dengan wisata kemisikinan itu, akankah ada tindakan pada penyelenggara? "Intinya kita fokus pada program pengentasan kemiskinan. Walaupun kita sayangkan, itu swasta yang buat. Kita tidak bisa melarang, tidak melanggar hukum hanya melanggar etika," tutupnya.
Wisata kemiskinan digagas Ronny Poluan sejak Januari 2008. Ronny menawarkan tur ke daerah kumuh di Jakarta dan bukan lokasi bersejarah atau tempat-tempat indah dan modern, seperti yang dilakukan sejumlah biro perjalanan wisata pada umumnya.
(ndr/iy)











































