"Entah bagaimana, SBY diujung selalu naik. Ada kesenjangan mengenai opini publik terhadap Sri Mulyani-Boediono dan SBY," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari saat memaparkan temuannya di Hotel Atlet Century, Jakarta Pusat, Minggu (24/1/2010).
Temuan tersebut merupakan hasil survei "Kasus Bank Century di Mata Publik" yang dilakukan pada 8-18 Januari 2010. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan responden 1.200 orang yang tersebar di 33 propinsi.
Hasil survei menegaskan, kasus Bank Century cenderung berakibat buruk kepada Sri Mulyani dan Wapres Boediono daripada ke Presiden SBY. Kepuasan publik kepada Boediono hanya 40 persen, sangat jauh dari SBY yang mencapai 75 persen.
"Ada perbedaan persepsi tentang SBY dan Boediono. Boediono sudah terluka parah," simpul M.Qodari.
(Ari/iy)











































