Kepolisan Malaysia di Melaka Selatan, Sabtu (23/1/2010) kemarin, berhasil mengamankan 6 orang yang diduga terlibat pembunuhan pembantu rumah tangga asal Indonesia.
Β
Kepala Kepolisian setempat, Rodwan Mohamad Yusof menyatakan pekerja asal Bogak, Sumatera Utara itu meninggal di rumah majikannya.
Rodwan menceritakan, sang majikan mula-mula menghubungi wanita dari agensi Nurul untuk membawa tubuh Nurul dari rumahnya serta memberikan pembantu pengganti.
"Tapi tidak akan ada pihak pengurus pemakaman yang akan menerima jenazah itu tanpa sertifikat kematian," jelas Rodwan, seperti dilansir AFP, Minggu (24/1/2010).
Kemudian pekerja agensi itu pun pergi ke KBRI setempat yang akhirnya menghubungkan pekerja agensi tersebut ke rumah sakit tempat polisi diberitahukan kematian pembantu itu.
"Kami telah menahan 6 orang yaitu majikan pembantu, kerabat tua majikan, anak majikan, pekerja agensi, dan 2 orang lainnya yang terlibat dalam kematian itu," kata Rodwan.
Selanjutnya, polisi Malaysia kini sedang mencari tahu bagaimana pembantu tersebut bisa tewas. Pembantu tersebut tewas dengan luka-luka.
Polisi juga meyakini Nurul adalah pekerja ilegal karena passportnya telah berakhir pada tahun lalu.
(amd/iy)











































