"Setiap hari saya menangis. Saya dan teman-teman diperlakukan berbeda," kata Zulkarnaen dengan bahasa Inggris dengan logat Pakistan, Sabtu (23/1/2010).
Zulkarnaen, napi dengan hukuman mati itu menghuni LP Pasir Putih sejak empat tahun lalu. Saat ditemui wartawan, napi narkoba ini didampingi teman senegaranya, Hafidz. Dan di LP itu terdapat beberapa WNA, mulai ras Asia, Afrika (Nigeria), hingga Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak bersalah. Kami minta petugas berlaku adil," Hafidz menimpali.
John Cukuj, napi asal Nigeria, juga mengatakan hal serupa. "Keluarga kami harus minta izin dulu ke Semarang (Kemenkum HAM Jateng) agar bisa besuk. Tapi napi bumi, tidak perlu," kata napi yang ditempatkan di LP Batu ini.
Berdasar catatan di LP Nusakambangan, napi WNA berjumlah 87 orang. Mereka berasal dari Asia, Afrika, dan Eropa. Sebagian di antaranya divonis hukuman mati, karena terlibat perdagangan narkotika.
Para napi WNA tersebar di 7 LP. Konon napi ini, khususnya Nigeria, ditempatkan terpisah terkait dengan kerusuhan pada Juni 2008. Saat itu, napi asal Nigeria membakar kertas dan kayu di dalam LP sebagai protes atas rencana eksekusi dua rekannya, Hansen Anthony Nwaolisa dan Samuel Iwuchukwu. Akhirnya, napi WNA disebar ke sejumlah LP agar tidak gampang memprovokasi berbuat onar.
(try/iy)











































