Insiden Penembakan di Manokwari, Dua Warga Sipil Tewas
Rabu, 21 Apr 2004 16:03 WIB
Jakarta - Selasa (20/4/2004) kemarin terjadi insiden penembakan terhadap massa yang mengepung dan menyerang polisi di Desa Meriedi, Distrik Pemekaran Forwate, Teluk Bintuni, Manokwari, Papua. Akibatnya, dua warga sipil tewas dalam insiden ini.Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Soenarko kepada wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Rabu (21/4/2004), menjelaskan insiden ini terjadi ketika puluhan warga desa menyerang polisi yang ditugasi mengawal uang ganti rugi atau uang hak ulayat senilai Rp 150 juta dari PT Jayanti untuk warga desa setempat.Awalnya, pada hari Senin (19/4/2004) tujuh orang polisi dari Polsek Babu berangkat menuju desa Meriedi. Ketujuh tujuh polisi tersebut berangkat dari Polsek Babu pukul 06.00 WIT, dan sampai pada kilometer 35 pukul 12.30. Karena cuaca jelek mereka menginap di situ, dan melanjutkan perjalanan pada keesokan harinya, Selasa (20/4/2004).Ternyata, dalam perjalanan ada 10 orang yang menghadang mereka. Namun petugas polisi berhasil menangani mereka. Sembilan orang penghadang berhasil melarikan diri, hanya satu orang yang ditangkap. Sesampainya di di Desa Meriedi petugas kepolisian kemudian menemui kepala desa setempat yang bernama Franciscus Arfah. Dan dari keterangan si kepala desa serta satu orang yang tertangkap diketahui bahwa para penghadang berasal dari kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dikoordinir Manase Furima.Setelah itu kemudian kepala desa, Franciscus Arfah, melakukan sosialisasi misi PT Jayanti kepada warga desa. Tapi di tengah sosialisasi Manase ikut terlibat dialog dengan kepala desa dan terjadi ketegangan. Dan tiba-tiba sekitar 29 orang menyerang polisi dengan panah.Merasa terkepung, polisi menembakan tiga kali tembakan peringatan. Karena tembakan peringatan tidak diindahkan, akhirnya polisi menembak ke arah massa dan menewaskan dua orang, yakni Bernard Furima dan Mateus Nasira. Diduga ada dua orang lagi yang terkena tembakan, namun lari bersama massa yang lain masuk ke hutan. Hingga kini polisi sudah memeriksa tiga orang saksi, yaknu Franciscus Arfah, Pius Arfah, dan Andreas Arfah.
(gtp/)











































