2 Profesor Australia Ingin Jadi Anggota Istimewa NU ANZ

2 Profesor Australia Ingin Jadi Anggota Istimewa NU ANZ

- detikNews
Minggu, 24 Jan 2010 01:00 WIB
2 Profesor Australia Ingin Jadi Anggota Istimewa NU ANZ
Canberra - Dua professor dari Australia berniat mendaftarkan diri sebagai anggota istimewa Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand (PCI NU ANZ). Kedua professor itu adalah Prof Greg Barton dari Monash University, Melbourne dan Prof James Haire dari Charles Sturt University, Canberra.

Keinginan itu disampaikan dalam acara Konfercab PCI NU ANZ di Balai Kartini, Komplek KBRI Canberra, Sabtu (23/01/10) kemarin.

“Karena NU punya pengurus istimewa, kalau begitu bolehkah saya mendaftarkan diri sebagai anggota istimewa NU?” ujar Prof Greg Barton di depan Duta Besar RI Australia Primo Alui Joelianto dan sejumlah pengurus PCI NU ANZ.

Permintaan Prof Greg itu disampaikan dengan mimik serius, sebagai wujud kepedulian dan kecintaannya terhadap komunitas Nadlhiyyin yang senantiasa berkomitmen pada pluralisme dan perdamaian.

Hal senada juga disampaikan Prof James Haire dari Charles Sturt University, Canberra yang juga mengaku pengagum pemikiran alm KH Abdurrahman Wahid. “Saya ini Gus Dur-ian (pecinta Gus Dur, Red), jadi kalau bisa, saya ingin mendaftar sebagai anggota istimewa NU ANZ,” katanya.

Menanggapi keinginan tersebut, pengurus PCI NU ANZ mengapresiasi perhatian dan kepedulian kedua professor tersebut. “Kami akan membahasnya,” ujar Ketua Tanfidz PCI NU ANZ Eko Ernanda di Canberra kemarin.

Sementara itu, Rais Syuriah PCI NU ANZ Nadirsyah Hosen, PhD mengatakan, Islam moderat bukanlah sebuah strategi, tetapi inti ajaran Islam yang sebenarnya.

“Kalau itu dijadikan strategi, Islam akan toleran atau moderat saat ‘kursi’ sedikit, tapi akan menjadi ‘tirani’ saat berkuasa,” ujar dosen di Fakultas Hukum Wollongong University, New South Wales tersebut.

Gus Nadir, demikian sapaan akrabnya, juga menandaskan bahwa sebagai ajaran Islam yang sebenarnya adalah manifestasi dari rahmatan lil alamin, atau rahmat bagi semua.

“Bukan hanya rahmat bagi muslim saja,” ujar peraih dua gelar Master dan dua gelar PhD dari Wollongong University and National University of Singapore tersebut.

Acara itu selain dihadiri oleh Prof Greg Barton dari Monash University, Melbourne, Prof James Haire dari Charles Sturt University, Canberra, juga hadir Duta Besar RI berkuasa penuh untuk Australia dan Vanuatu Primo Alui Joelianto, Atase Pendidikan KBRI Prof Aris Junaidi, Kepala Penerangan KBRI Canberra Raudin Anwar, dan simpatisan NU dari berbagai negara bagian yang berjubal memadati acara.

*) A Khoirul Umam adalah kandidat Master di School of Political and International Studies, Flinders University of South Australia

(nwk/nwk)


Berita Terkait