"Khusus untuk masalah kesiapan dan kewaspadaan menghadapi pandemi influenza, hanya disepakati mekanisme atau prosedur untuk melanjutkan perundingan tentang virus sharing dan benefits sharing dan tidak menyinggung sama sekali masalah substansi," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan dr Lily S Sulistyowati.
Hal itu disampaikan Lily dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (23/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, Lily menegaskan tidak benar bahwa pada sidang EB WHO kali ini dibahas dan disepakati masalah pengiriman virus dalam rangka persiapan dan kewaspadaan terhadap pandemi.
"Indonesia tetap konsisten memperjuangkan kepentingan nasional dan negara berkembang lain untuk menciptakan mekanisme virus sharing dan benefits sharing yang adil, transparan dan setara," tegas dia.
Sedangkan sebagian permasalahan kesehatan yang telah dibahas draft resolusinya dan akanย disahkan lebih lanjut di Sidang WHA ke-63 bulan Mei 2010 adalah tentang hepatitis, kusta, dan Millennium Development Goals (MDGs).
(nwk/nwk)











































