PGRI: Siswa Daerah Tak Lulus Akibat UAN Bakal Membengkak

PGRI: Siswa Daerah Tak Lulus Akibat UAN Bakal Membengkak

- detikNews
Rabu, 21 Apr 2004 15:19 WIB
Pekanbaru - Penerapan Ujian Akhir Nasional (UAN) yang hanya menilai tiga mata pelajaran dianggap sebagai ancaman besar buat siswa di daerah. Penerapan UAN secara paksa itu hanya akan melahirkan banyaknya siswa yang tidak lulus sekolah.Demikian diungkapan Ketua PGRI Kampar M Yasir kepada Chaidir Anwar Tanjung dari detikcom, Rabu (21/4/2004) saat dihubungi melalui telepon. Menurutnya, pelaksanaan UAN secara nasional pada akhirnya akan menambah jumlah siswa di daerah yang bakal tidak lulus. Bila dilihat dari pelaksanaan UAN tahun 2003 lalu, jumlah siswa yang tidak lulus di Kabupaten Kampar meningkat 100 persen dibanding sebelum UAN itu diterapkan."UAN ini merupakan ancaman besar buat siswa-siswi kita. Buktinya, di daerah kami, sejak diberlakukan UAN, malah banyak siswa setingkat SLTP dan SLTA yang tidak lulus. Kami dari PGRI Kampar sangat keberatan dengan diberlakukannya UAN secara nasional," kata M Yasir.Pihak PGRI Kampar sendiri,secara resmi telah membuat surat keberatan atas pelaksanaan UAN kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau. Surat itu dilayangkan sehubungan masih belum siapnya daerah untuk mendukung program UAN itu sendiri. Karena, katanya, pendidikan di Jakarta atau di tingkat provinsi tidak akan sama kualitasnya dengan di daerah kabupaten atau yang berada di daerah terpencil.Karena itu, PGRI Kampar berharap agar pelaksanaan UAN dapat ditunda untuk sementara. Hal itu dimungkinkan karena sosialisasi UAN selama ini belum merata di setiap daerah terutama bagi daerah terpencil. "Mestinya pemerintah pusat jangan menyamakan pendidikan di Jakarta dengan di daerah. Kita bukan tidak setuju akan pelaksanaan itu, tapi mestinya disosialisasikan terlebih dahulu agar di setiap sekolah dapat mempersiapkan diri," urai M Yasir.Yasir berkeyakinan, untuk UAN tahun 2004 ini, diperkirakan jumlah siswa yang bakal tidak lulus akan terus menggelembung dari tahun-tahun sebelumnya. Siswa-siswi yang terancam untuk tidak lulus untuk SLTA, misalnya, diperkirakan akan terjadi di jurusan sosial. Biasanya, kata Yasir, bagi siswa di jurusan sosial akan sangat lemah dalam mengikuti mata pelajaran matematika. Sedangkan penentuan akhir di UAN hanya tiga mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris."Biasanya siswa-siswi di jurusuan sosial, akan sangat lemah nilai Matematikanya. Dengan demikian, UAN hanya melahirkan sebuah ancaman yang cukup serius untuk jurusan sosial. Padahal tiap anak-anak itu kan memiliki kemampuan yang berberbeda," demikian M Yasir. (nrl/)


Berita Terkait