"Karena selama ini dibiarkan, mereka makin menjadi karena yakin tidak akan kena hukum. Harusnya sikat saja kalau ada Bonek yang melempar atau memukul," ujar Andrianus Meliala kepada detikcom, Sabtu (23/1/2010).
Krimonolog dari Universitas Indonesia (UI) menyadari, Polri bersikap permisif selama ini demi mencegah munculnya ekses negatif dari sebuah tindak penegakan hukum. Bisa saja anggota lain Bonek akan beringas ketika melihat temannya ditangkap polisi belum lagi kemunculan reaksi bersifat primordial yang menyerang citra Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fenomena hooliganisme di Inggris bisa dijadikan contoh. Sikap tegas polisi Inggris yang mendapatkan dukungan politik dari Pemerintah Inggris dan seluruh negara anggota Uni Eropa, secara efektif telah mengikis kebiasaan berbuat anarkis kelompok pendukung kesebelasan sepak bola.
"Itu juga bukan pekerjaan seminggu jadi, tapi kontinyu dan konsisten selama bertahun-tahun. Kalau ada yang dikenai hukum dan itu konsekwen, maka Bonek yang lain juga akan mikir kalau mau anarkis. Hukum tidak boleh kalah dari civil society yang negatif ini," pungkasnya.
(lh/fay)











































