"Jangan khawatir bertransaksi lewat ATM, tapi juga jangan mudah percaya dengan orang yang membantu bila ada masalah," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang, Sabtu (23/1/2010), di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta.
Peringatan di atas terkait salah satu modus pencurian uang nasabah bank melalui ATM. Yaitu dengan memasang alat penjepit pada mulut ATM sehingga kartu yang masuk tidak bisa keluar. Salah seorang anggota kompolotan lalu mengarahkan nasabah yang sedang bingung itu untuk menghubungi call centre gadungan.
Petugas call centre gadungan kemudian mengorek data-data nasabah dengan alasan sebagai syarat untuk menutup rekening. Akhirnya kode password kartu ATM yang diminta dan dana dalam rekening pun dikuras kemudian.
"Sebelum transaksi ATM, agar perhatikan lingkungan sekitar kalau-kalau ada hal mencurigakan. Tolong jangan percayakan pada orang lain buat memberikan password," pungkas Edward.
(lh/fay)











































