Menurut UNICEF, badan anak untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 15 anak telah menghilang dari rumah sakit. Mereka dikhawatirkan telah diculik sindikat perdagangan anak.
Sejak gempa mengguncang negara miskin Karibia itu, sejumlah anak yang menjadi yatim-piatu, telah dikirimkan ke Eropa untuk diadopsi. Namun beberapa anak lainnya bernasib lebih pahit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UNICEF telah bekerja di Haiti selama bertahun-tahun, dan kami tahu masalah perdagangan anak di Haiti yang ada sebelumnya. Dan sayangnya, banyak dari jaringan perdagangan ini punya hubungan dengan 'pasar' adopsi internasional," kata Legrand.
Gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Haiti pekan lalu diperkirakan telah menewaskan lebih dari 200 ribu orang. Gempa ini disebut-sebut sebagai yang paling dahsyat dalam sejarah di wilayah itu.
Ratusan ribu orang lainnya saat ini masih dirawat di rumah sakit karena mengalami luka-luka. Bahkan hampir setengah juta jiwa penduduk Haiti kehilangan tempat tinggal akibat bencana ini.
(ita/ita)











































