Seperti diberitakan kemarin, ratusan suporter Persebaya melakukan aksi pelemparan batu terhadap rumah-rumah dan tempat-tempat usaha milik warga di sekitar rel KA di wilayah Surakarta. Mereka juga merusak fasilitas milik PT KA serta fasilitas publik lainnya. Sejumlah warga dan aparat keamanan terluka akibat lemparan batu.
Kecaman tersebut disampaikan FWS dalam aksi di bundaran air mancur Stadion Manahan, Solo, Sabtu (23/1/2010). Aksi tersebut diikuti sekitar seratus wartawan dari berbagai media massa yang bertugas di Surakarta.
”Kami mengutuk keras aksi membabi buta ratusan suporter Persebaya tersebut. Kami juga mendesak para pimpinan Yayasan Suporter Persebaya (YSP) meminta maaf secara terbuka dan bertanggung jawab atas terjadinya perbuatan melawan hukum lainnya yang dilakukan oleh para suporter Persebaya,” ujar koordinator aksi FWS, Ahmad Rafiq.
FWS juga mempertanyakan kekurangsigapan aparat keamanan melakukan langkah-langkah preventif dalam mengantisipasi ulah suporter Persebaya. Menjelang kejadian, polisi hanya menempatkan beberapa personil di setiap stasiun maupun mengawal jalannya kereta. Padahal jumlah suporter sedimikian banyak dan beringas.
”Menjelang kejadian saya mendengar perwira kepolisian mengatakan kondisi aman dan sudah terkendali. Tapi saya yakin. Saya menyaksikan sendiri sepanjang jalan suporer itu terus melemparkan batu yang telah disiapkan. Setelah tiba di stasiun, mereka turun lalu merusak bangunan dan menganiaya orang,” ujar wartawan foto Harian Solopos, Sunaryo Haryo Bayu.
FWS juga menyesalkan keputusan PT KA tetap memberangkatkan KA Pasundan menuju Bandung dalam kondisi overload. Ratusan penumpang duduk di atas atap gerbong sembari melakukan aksi kekerasan di sepanjang perjalanan. Setidaknya tercatat satu orang suporter yang meninggal dan tiga orang lainnya mengalami luka serius akibat terjatuh dari atap gerbong.
”Kami mendesak kepada Polri untuk mengusut tuntas terjadinya serangkaian tindakan melawan hukum yang dilakukan suporter Persebaya,” ujar Rafiq.
(mbr/djo)











































