Kemunculan Wiranto Ubah Peta Dukungan Keluarga Besar TNI
Rabu, 21 Apr 2004 11:36 WIB
Jakarta -
Kemenangan Wiranto dalam konvensi calon presiden Partai Golkar diperkirakan akan mengubah peta persaingan dalam pemilihan presiden mendatang. Kemunculan Wiranto, misalnya, akan mengubah peta dukungan dari keluarga besar TNI yang sebelumnya diberikan kepada Susilo Bambang Yudhoyono.Menurut pengamat militer MT Arifin, Wiranto akan menjadi kekuatan yang diperhitungkan. "Dia akan muncul sebagai kekuatan yang sangat baik sebab akan bisa meraih dukungan dari jaringan kekuatan lama, kekuatan masa peralihan, dan kekuatan baru," ujar MT Arifin pada detikcom, Rabu (21/4/2004) pagi.Wiranto, ujar Arifin, bisa meraih dukungan dari keluarga besar TNI yang dalam pemilu legislatif kemarin mendung SBY. "Selama ini jaringan TNI banyak yang mendukung SBY. Tetapi sebagian memiliki pendapat yang berbeda. Dengan munculnya Wiranto pendapat yang berbeda ini akan makin besar."Dijelaskan Arifin, walau tidak ada instruksi atau penggunaan jalur komando tapi keluarga besar TNI dalam pemilu legislatif kemarin mendukung SBY. Ini karena kerja keras tim SBY dalam meyakinkan keluarga besar TNI. "Tapi sekarang peta dukungan itu bisa berubah sebab Wiranto juga memiliki jaringan yang kuat di TNI," jelas Arifin.Menjawab pertanyaan detikcom, Arifin menjelaskan tiga kekuatan yang bisa dihimpun Wiranto. Pertama kekuatan lama, yakni jaringan yang dimiliki mantan Presiden Soeharto; kekuatan dari masa peralihan, yakni jaringan mantan Presiden BJ Habibie; dan kekuatan baru, yaitu bila berhasil berkoalisi dengan parpol lain seperti PKB. "Jadi, kalau itu betul terjadi, dia akan muncul sebagai kekuatan yang sangat diperhitungan," tukas Arifin.Kalau kekuatan Golkar? "Tentu saja (termasuk). Persoalannnya, apakah dukungan Golkar bisa diraih sepenuhnya oleh Habibie. Sebab kalau Yusuf Kalla diambil SBY, maka mungkin tidak seluruh dukungan Golkar bisa diambil Wiranto," jelas Arifin.Mega, SBY, WirantoPeluang Wiranto dalam pemilihan presiden mendatang, menurut MT Arifin, juga ditentukan oleh pasangan calon wakil presiden yang digandengnya. Bila bisa menggandeng calon wakil presiden yang memiliki basis kuat, seperti tokoh dari PKB atau NU, maka Wiranto akan menjadi capres yang peluangnya kuat bersama Megawati dan SBY.Ditanya siapa dari ketiga tokoh tersebut yang paling kuat basis dukungannya, Arifin menunjuk pada Megawati, Ketua umum PDIP yang juga Presiden RI. "Kalau dari segi loyalitas pendukung partai, lebih kuat Mega. Kekuatan Wiranto tergantung bagaimana agar dukungan massa Golkar bisa kepadanya, juga koalisi dengan parpol lain. Sementara, tentang hasil polling dari berbagai lembaga survey yang menunjukkan bahwa popularitas SBY paling tinggi, sementara Wiranto tidak diperhitungkan, Arifin menyatakan hasil polling tidak selalu bisa jadi pegangan. Sebab, peta bisa berubah dari waktu ke waktu. Selain itu, rendahnya popularitas Wiranto dipengaruhi oleh faktor bahwa dilakukan polling dia belum diposisikan sebagai capres.Kalau peluang Amien Rais? Menurut Arifin, peluang Amien relatif kecil. "Pada tingkat publik semakin tidak diperhitungkan. Dia bisa disebut kekuatan suplemen. Penggembira," ujar MT Arifin.Tapi, peta politik kan bisa berubah dari waktu ke waktu?
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































