Lagi, Seorang WN Kanada Diculik dan Disandera di Irak
Rabu, 21 Apr 2004 11:25 WIB
Jakarta - Seorang lagi warga negara Kanada diculik di Irak. Untuk itu pemerintah Kanada mengimbau keras seluruh warganya yang masih berada di Irak agar meninggalkan negeri itu.Demikian disampaikan seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Kanada, Dan McTeague, seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (21/4/2004).Dikatakannya, Mohammed Rifat, yang menghilang pada 8 April lalu antara ibukota Baghdad dan kota Abu Ghareb, dipastikan masih hidup dan disandera sebuah kelompok tak dikenal."Pemerintah Kanada menyadari bahwa dia (Rifat) tengah ditawan. Kami mendesak mereka yang menyandera dia agar membebaskannya segera," tukas McTeague.Menurut McTeague, penculikan itu telah dikonfirmasikan pejabat-pejabat di Irak. Stasiun televisi setempat, CBC mengutip anggota keluarga mengatakan bahwa Rifat yang kelahiran Irak itu, tengah melakukan kontrak kerja perbaikan di penjara di Abu Ghareb.Sekitar 50 warga asing telah diculik di Irak dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan seorang sandera asal Italia, tewas dibunuh para penculiknya.Sebelumnya, seorang WN Kanada lainnya juga menjadi korban penculikan kelompok bersenjata di Irak. Fadi Fadel, diculik pada hari yang sama ketika Rifat menghilang. Namun Fadel dibebaskan penculiknya pekan lalu dan kini dipulangkan ke tanah airnya di Kanada."Bagi warga Kanada yang berada di sana (di Irak) harus mempertimbangkan untuk pergi secepat mungkin. Ini contoh kedua warga Kanada yang disandera," tutur McTeague kepada wartawan.Fadel dibebaskan penculiknya setelah Menteri Luar Negeri Kanada Bill Graham tampil di stasiun televisi Arab, Al Jazeera untuk menegaskan bahwa orang yang diculik itu adalah warga Kanada dan bukan mata-mata Israel seperti yang diduga penculik.
(ita/)











































