Jimly: Pejabat Negara Harus Hindari Persepsi Negatif

Pertemuan Istana Bogor

Jimly: Pejabat Negara Harus Hindari Persepsi Negatif

- detikNews
Jumat, 22 Jan 2010 15:55 WIB
 Jimly: Pejabat Negara Harus Hindari Persepsi Negatif
Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, menilai tidak ada yang salah atas pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan tujuh pimpinan lembaga tinggi negara di Istana Bogor. Namun demikian, hendaknya para pejabat negara menghidari persepsi negatif masyarakat.

"Saya melihatnya (pertemuan) biasa-biasa aja, positif-positif saja. Tapi pejabat negara harus menghindar dari persepsi negatif," kata Jimly saat berbincang dengan detikcom, Jumat (22/1/2010).

Pertemuan SBY dan pimpinan lembaga tinggi di Istana Bogor, Kamis (21/1/2010) kemarin menimbulkan polemik. Pertemuan dinilai tidak sehat mengingat fungsi kontrol DPR terhadap lembaga kepresidenan yang sedang memanas terkait kasus Bank Century. Pertemuan dihadiri oleh Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MA Harifin Tumpa, Ketua KY Busyro Muqoddas, Ketua MK Mahfud MD, dan Ketua BPK Hadi Purnomo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khusus untuk lembaga peradilan, lanjut Jimly, para hakim terikat oleh kode etik universal yang mengharuskan hakim 'bersikap independen' dan 'kelihatan independen'. Sehingga segala sikap yang bisa menimbulkan sangkaan tidak independen, termasuk lewat pertemuan dengan lembaga lain, sebaiknya dihindari.

"Hal-hal sangkaan yang tidak independen harus dicegah. Ini soal etika pengadilan," kata Jimly tanpa merujuk MA dan MK. "Saya bicara universal," tandas guru besar Hukum Tata Negara UI ini.
(lrn/nrl)


Berita Terkait