"Jumlah korban pembobolan rekening yang melapor di wilayah Polda Bali sebanyak 30 orang. Masing-masing Poltabes Denpasar 22 orang, Polres Gianyar 3 orang, Polres Buleleng 1 orang dan Polda Bali 4 orang," ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar di Kantornya, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Jumat (22/1/2010).
Ketiga puluh korban yang telah melapor tersebut terdiri dari nasabah BCA 15 orang, Bank Permata 9 orang, BNI 4 orang, Bank Mandiri 1 orang, dan Bank ING 1 orang.
Data Polda Bali ini berbeda jauh dengan data yang dirilis Kantor Bank Indonesia Bali, Kamis 21 Januari kemarin. Data BI Bali menyebutkan jumlah korban antara 150-200 orang dengan kerugian mencapai sekitar Rp 2 miliar.
Terima Transfer
Salah satu korban yang melapor ke Polda Bali hari ini, I Gusti Ayu Ratih, mengaku baru tahu rekeningnya dibobol pada 20 Januari lalu. Awalnya dia kaget saat mengetahui rekeningnya menerima transfer Rp 5 juta dari rekening yang tak ia kenal. Namun yang lebih mengagetkannya lagi, pada hari itu juga dana di rekening kemudian hilang Rp 6 juta.
"Tanggal 18 Januari terdapat transaksi transfer uang senilai Rp 5 juta dari rekening atas nama Yeni Prayoga, namun pada hari itu juga terdapat trasnsaki penarikan sebesar 6 juta. Penarikan senilai Rp 1,5 juta dilakukan sebanyak empat kali," terang Ratih.
Ratih menjelaskan, penarikan tersebut dilakukan pada malam hari antara pukul 22.14-22.17 WITA. Kini rekening Ratih hanya tersisa beberapa ribu.
"Waktu saya cek saldo, ternyata uang saya tinggal Rp 86 ribu," jelasnya.
(ddt/djo)











































