"Kita kirim perwira pertama ke Tokyo, atase pertahanan mereka pun lulusan Seskoal kita," ujar Sjafrie di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (22/1/2010).
Sjafrie berharap jumlah perwira Indonesia yang belajar di akademi militer Jepang maupun perwira yang mengambil master di universitas di Tokyo bisa ditambah.
Selain membicarakan masalah pendidikan dan latihan, pembicaraan keduanya berkisar seputar masalah keamanan di Selat Malaka. Sjafrie berharap Jepang, sebagai pengguna Selat Malaka memberikan bantuan berupa alat komunikasi.
"Nanti kita arahkan ke Bakorkamla bukan ke militer," terangnya.
Keduanya juga membicarakan masalah penanggulangan bencana. "Untuk bantuan kemanusiaan, Jepang termasuk yang aktif," tutup Sjafrie.
(rdf/nik)











































