Dikatakan Mahathir, serangan 11 September yang menewaskan sekitar 3 ribu orang itu telah diatur pemerintah AS. Sontak saja, komentar Mahathir itu menuai pro dan kontra, terlebih lagi di negaranya.
Penasihat Democratic Action Party (DAP), partai multirasial pan-Malaysia, Lim Kit Siang bahkan mencetuskan, Mahathir pasti telah menciptakan "insiden internasional" antara Malaysia dan AS jika dia masih menjadi PM Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dr Mahathir merupakan figur terkemuka yang banyak berkontribusi untuk negara. Meski statemen itu memicu kontroversi, mungkin itu harus ditanggapi dengan positif sebagai dorongan bagi masyarakat untuk menggali kebenaran," tutur Ariffin.
"Dia (Mahathir) dikenal sebagai orang yang berdasarkan bukti ketika membuat statemen," imbuhnya membela Mahathir, seperti dilansir harian Malaysia, The Star, Jumat (22/1/2010).
Dalam sebuah forum di Kuala Lumpur pada Rabu, 20 Januari lalu, Mahathir mencetuskan ada bukti kuat bahwa serangan 11 September telah diatur sebagai dalih untuk melancarkan serangan terhadap dunia muslim.
"Jika mereka bisa membuat Avatar, mereka bisa membuat segalanya," kata Mahathir. Bahkan menurut mantan pemimpin negeri jiran selama 22 tahun itu, pembunuhan untuk alasan perang bukanlah hal baru bagi pemerintah AS.
(ita/iy)











































