"Itu anggaran yang tidak perlu, tidak relevan. Masa ganti anggota, diambilin (komputernya) ya nggak lah," kata Siti Zuhro usai sebuah diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/1/2010).
Siti meminta Setjen DPR dibenahi agar hal semacam ini tidak terulang. Sebelumnya Setjen DPR menyatakan pembelian komputer seharga belasan juta itu agar tidak cepat ketinggalan zaman.
"Ini memang bukan salah dia (angota dewan sekarang) ini salah kesekjenan. Yang in and out itu kan anggota DPR sedangkan kesekjenan tetap. Jadi lembaga kesekjenan ini juga perlu direformasi," katanya.
Siti juga memita anggota dewan bisa lebih mementingkan kewajibannya dibandingkan hak-hak mereka. "Kapan anggota dewan tidak mengedepankan haknya? Sebagai profesional seharusnya mereka mengedepankan kewajibannya," katanya.
(nal/iy)











































