Priyo: Kehadiran Marzuki di Istana Bogor Tidak Mewakili DPR

Priyo: Kehadiran Marzuki di Istana Bogor Tidak Mewakili DPR

- detikNews
Jumat, 22 Jan 2010 13:10 WIB
Priyo: Kehadiran Marzuki di Istana Bogor Tidak Mewakili DPR
Jakarta - Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengaku kecewa dengan kehadiran Ketua DPR Marzuki Alie di pertemuan Istana Bogor. Marzuki hadir tanpa kesepakatan pimpinan DPR yang lain. Priyo pun membantah apa yang disepakati Marzuki di Bogor.

"Mengenai kesepakatan dengan ketua-ketua lembaga itu saya menyesalkan. Kami pimpinan tidak pernah diajak bicara secara lengkap sehingga bukan representasi pimpinan DPR," keluh Priyo saat ditemui wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/1/2010).

Menurut Priyo, kepemimpinan di DPR bersifat kolektif kolegial. Sehingga kehadiran Ketua DPR tanpa koordinasi pimpinan DPR bisa saja tidak mewakili DPR secara kelembagaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden punya wewenang mengundang siapa saja tetapi begitu ada kesepakatan politik ya mestinya lembaga dihormati. Dan kami tidak diundang, merasa tidak terwakili," papar Priyo.

Seharusnya, menurut Priyo, Marzuki mengajak semua pimpinan DPR untuk membahas masalah yang disepakati. Apalagi kesepakatan yang diminta SBY soal etika lembaga negara.

"Menurut kelaziman yang ada, pimpinan Dewan didampingi pimpinan fraksi-fraksi berkumpul. Setelah itu kami menyelenggarakan jumpa pers beberapa poin penting," jelas Priyo.

"Kalau pertemuan para pimpinan lembaga seperti Ketua DPR dengan Presiden, itu didampingi menteri, silakan. Tapi kalau membuat kesepakatan di luar kami itu yang mengecewakan," tutupnya.Dalam pernyataan di depan pimpinan lembaga tinggi negara di Istana Bogor hari Kamis (21/1), Presiden SBY meminta semua lembaga sepakat untuk saling bersinergi, tidak abuse of power di luar batas wewenang yang diatur UUD 1945. Hadir dalam pertemuan itu Ketua MA Harifin Tumpa, Ketua Komisi Yudisial M Busyro Muqoddas, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua BPK Hadi Purnomo, Wapres Boediono, dan beberapa orang menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. (van/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini