Sudah tak terhitung lagi amputasi yang terpaksa dilakukan para dokter untuk menyelamatkan korban dengan luka-luka serius.
Menurut Daniel Rincon, dokter asal Colombia yang bekerja untuk Palang Merah, para dokter bedah setiap hari melakukan rata-rata sekitar 50 amputasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 200 ribu orang diperkirakan tewas akibat gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Haiti pada 12 Januari lalu. Bahkan korban jiwa akan terus bertambah karena banyak korban luka yang belum diobati. Para dokter menghadapi masalah kekurangan pasokan obat-obatan dan peralatan medis modern.
"Kami melakukan 30 operasi pada Selasa lalu. Dalam enam hari sebelumnya kami telah menangani lebih dari 1.000 warga Haiti," kata Thierry Allafort Duverger, dokter Prancis yang tergabung dalam organisasi kemanusiaan terkemuka Prancis, Medecins Sans Frontieres.
Saat ini puluhan ribu warga Haiti masih dirawat karena mengalami luka serius di rumah sakit-rumah sakit darurat di Port-au-Prince, ibukota Haiti.
(ita/nrl)










































