Ingin Dekat Rakyat, SBY Suka Adu Argumen dengan Paspampres

Ingin Dekat Rakyat, SBY Suka Adu Argumen dengan Paspampres

- detikNews
Jumat, 22 Jan 2010 11:59 WIB
Ingin Dekat Rakyat, SBY Suka Adu Argumen dengan Paspampres
Jakarta - Saat memperingari HUT ke-64 Paspampres, Presiden SBY mengaku seringkali beradu argumen dengan Paspampres saat meminta keamanannya dikendorkan dan lalu lintas dibiarkan mengalir. SBY minta maaf dan mengucapkan terima kasih atas jasa Paspampres.

"Dalam menjalankan tugasnya, saya seringkali beradu argumen dengan komandan Paspampres karena saya ingin lebih dekat dengan rakyat. Saya minta agar sedikit pengamanan dikendorkan lalu lintas juga dibiarkan mengalir seperti biasa.
Tetapi, Paspampres berkata tidak karena demi keamanan," kata SBY.

Hal ini disampaikan SBY saat memberikan sambutan di Ulang Tahun ke-64 Paspampres di Markas Komando Paspampres, Jalan Tanah Abang II nomor 6, Jakarta Pusat, Jumat 922/1/2010).

Beberapa bulan yang lalu, kata SBY, ada upaya pembunuhan terhadap presiden. Sejak saat itu, SBY menerima masukan dari Paspampres, TNI dan Polri terkait dengan pelaksanaan tugas pengamanan presiden dan wakil presiden.

"Pada kesempatan ini pula, saya minta maaf kalau kadang-kadang saya meminta Saudara berkompromi. Padahal, Saudara sedang menjalankan tugas," ujar SBY yang mengenakan baju safari ini.

SBY menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada keluarga besar Paspampres. Dikatakan dia, Paspampres dibentuk untuk menjalankan tugas mengawal presiden, wakil presiden beserta keluarganya juga tamu negara setingkat presiden atau kepala negara beserta keluarganya.

Untuk itu, menurut dia, kesejahteraan Paspampres dan keluarga juga harus terpenuhi. Setiap tahun, anggaran untuk Paspampres selalu meningkat, termasuk adanya gaji ke-13 dan penambahan uang lauk pauk.

"Semua dilakukan agar prajurit Paspampres dan prajurit lainnya juga memiliki kesejahteraan yang memadai. Akhirnya, terimalah ucapan terimakasih dan penghargaan saya. Selamat hari bhakti dan selamat bertugas," kata SBY.

Acara itu dihadiri antara lain Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal Djoko Susanto, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

(aan/iy)


Berita Terkait