Penyelidik dari Kepolisian Queensland, Superintendent Brian Hay, mengatakan kawasan wisata pantai adalah sasaran empuk skimming. Bayangkan saja, para turis datang dari jauh ingin menikmati pantai dan bersenang-senang.
Mereka membelanjakan uang untuk menikmati liburan. Saat uang mereka habis, mereka tinggal pergi ke ATM yang bertebaran untuk menyambung hidup. Dalam suasana liburan yang ceria, mereka tidak memperhatikan skimmer yang sudah ditempel di mesin ATM itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Goldcoast, sindikat skimming yang beraksi adalah dari Romania, Bulgaria, Rusia dan Sri Langka. Tidak hanya itu, anak-anak pantai juga rawan direkrut sebagai anak buah. Anak-anak muda yang menghabiskan waktu berselancar, nongkrong atau menggoda gadis-gadis di pantai ini mudah diiming-imingi uang.
"Pantai, daerah hiburan malam, dan pusat perbelanjaan. Itu adalah tempat untuk menarik para anak buah baru," jelasnya.
Hay meminta warga setempat dan para turis berhati-hati saat berlibur di pantai. Musim liburan menjadi target skimmer untuk beraksi. Pada 2009, Gold Coast kebobolan AUD 80.000 atau Rp 720 juta.
(fay/iy)











































