Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin Djafar, menyatakan proyektil yang berhasil dikeluarkan tersebut seterusnya dibawa ke Laboratorium Forensik Mabes Molri Cabang Medan untuk diuji secara laboratoris.
"Jenis senjatanya masih belum diketahui, karena masih diuji balistik. Sekarang ini masih diperiksa barang bukti tersebut," ujar Baharudin Djafar kepada wartawan, Jumat (22/1/2010) di Markas Brimob Daerah Sumut, Jl. Wahid Hasyim, Medan.
Kendati proyektil peluru sudah dikeluarkan dari tubuh korban, namun korban masih belum bisa memberikan keterangan lebih banyak. Korban saat ini masih dalam tahapan penyembuhan di ruang ICU yang berada di lantai tiga Rumah Sakit Gleni Internasional di Jl. Listrik, Medan.
"Keterangan awal yang diperoleh dari korban, ya pada waktu tertembak. Dari dia diperoleh informasi pelaku datang menggunakan sepeda motor," ujar Baharudin.
Disebutkan Baharuddin, sebenarnya saat penembakan terjadi pada Kamis (22/1/2010) pukul 04.15, ada dua petugas yang piket di Pos Pelayanan dan Pengaduan Brimobda Sumut, Pelaku yang datang dengan sepeda motor, mengetuk pintu pos penjagaan, korban yang keluar kemudian langsung ditembak. Sementara rekannya yang seorang lagi sedang tidur jadi tidak mengetahui peristiwa sebelum penembakan tersebut.
(rul/djo)











































