"Kami lakukan razia setiap seminggu sekali. Jika dinyatakan positif HIV/AIDS akan kita berikan penanganan khusus dengan menyerahkannya ke Komisi Penanggulangan HIV/AIDS,β ujar Kepala Dinas Sosial(Dinsos) DKI Budiharjo kepada wartawan di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis(21/1/2010).
Dari data Dinas Sosial DKI saat ini tercatat sediktinya 9.000 pekerja seks beredar di wilayah ibukota. Komisi Penanggulangan HIV/AIDS DKI melansir tidak kurang dari 15 persen dari jumlah tersebut terindikasi terjangkit virus yang merusak sistem kekebalan tubuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Budiharjo, PSK yang dibina tersebut hanya yang memiliki identitas DKI Jakarta, bagi yang berasal dari luar DKI akan di data dan selanjutnya akan dipulangkan ke daerah asalnya.
"Saat ini terdapat 90 PSK yang tengah dilakukan pembinaan di Kedoya,β sambungnya.
Di tempat tersebut setiap PSK diberikan pembinaan selama enam bulan. Berbagai pelatihan pun diberikan diantaranya, keterampilan tangan, menjahit dan salon. "Diharapankan yang bersangkutan dapat meneruskan keahlian tersebut setelah keluar dari panti dan bisa membuka usah di tempat tinggalnya," pungkasnya.
(her/Rez)











































