Tuding Golkar Incar Sri Mulyani, Benny Dianggap Ngawur

Pansus Century

Tuding Golkar Incar Sri Mulyani, Benny Dianggap Ngawur

- detikNews
Kamis, 21 Jan 2010 17:03 WIB
Tuding Golkar Incar Sri Mulyani, Benny Dianggap Ngawur
Jakarta - Partai Golkar (PG) tidak senang disebut politisi Partai Demokrat (PD) Benny K Harman memiliki tujuan tertentu di dalam pansus Century. Politisi PG Bambang Soesatyo menilai tudingan Benny tak berdasar dan ngawur.

"Benny ngawur itu! Yang benar, Golkar ingin menangkap semua penjahat Century," kata Bamban dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Kamis (21/1/2010).

Menurut anggota Komisi III DPR ini, kalaupun nama Sri Mulyani menjadi salah satu fokus pembahasan secara kritis, hal itu karena posisinya sebagai ketua KSSK dan Menkeu. Bambang menjamin Golkar tidak akan mengincar target orang perorang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai pembuat kebijakan sebagaimana yang patut diduga dalam temuan BPK. Begitu juga kami kejar pejabat yang menerima uang itu," jelas Bambang.

Urusan koalisi, lanjut Bambang, Golkar tidak pernah keluar jalur. Golkar masih membuntuti
niat SBY menuntaskan skandal Century. "Kita komit pada upaya pemberantasan korupsi dan mendukung terciptanya pemerintahan yang akuntabel," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, anggota pansus angket Century dari FPD Benny Kabur Harman mensinyalir  Golkar ingin menggusur Menkeu Sri Mulyani. Hal itu disebkan karena perseteruan antara Sri Mulyani dan Ketua Umum PG Aburizal Bakrie belum selesai.

"Kuning ini hanya mau menyingkirkan Ibu Sri Mulyani karena ada masalah Aburizal Bakrie dengan Menkeu," kata anggota pansus Century dari FPD Benny K Harman kepada wartawan di Gedung DPR, Kamis (21/1/2010).

Benny mengaku sudah tahu Golkar mempunyai kepentingan saat pansus Century merekomendasikan Menkeu dan Boediono nonaktif selama pemeriksaan. Sekalipun surat penonaktifan itu akhirnya tidak dilanjutkan oleh pimpinan DPR.

"Ada sejak semula, penumpang gelap. Ketika muncul rekomendasi Sri Mulyani nonaktif. Ini sinyal pansus ini diselewengkan," papar Benny.

(van/yid)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini