"Dalam menjalankan bisnis, jaringan narkotika selalu menggunakan kurir, biasanya wanita. Orang afrika barat biasanya menjadikan pacar atau mengawini wanita Indonesia dijadikan kurir," kata Direktur IV Bareskrim Polri, Brigjen Pol Arman Depari dalam dialog bertajuk "Menuju Indonesia Baru Bebas Narkoba 2015" di Auditorium Universitas Tarumanegara, Jakarta, Kamis (21/1/2010).
Arman menjelaskan, Polri terus menangkap peredaran narkoba dengan berbagai modus. Namun modus operandi seperti teknologi, makin maju. "Yang saat ini mewabah kurir dari timur tengah khususnya Iran dalam bentuk menelan kapsul heroin dalam lambung," papar Arman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan ada yang dikemas dalam kaleng cokelat, disisipkan dalam kemasan susu, dalam Al Quran, kosmetik, peralatan mandi, hingga kaki palsu," papar Arman.
Penyebaran narkoba yang modusnya makin beragam cukup memprihatinkan. Guru besar UI Andrian Meliala pun khawatir dan berharap generasi muda sendiri yang memupuk mental anti narkoba.
"Semangat anti narkoba harus dilahirkan dari jiwa pemuda itu sendiri. Hal ini akan mempermudah mencapai Indonesia bebas narkoba 2015," papar Andrian.
Sementara itu Ketua MUI Jakarta Barat Zuhri Ya"kun menyumbang cara pemberantasan narkoba. Tokoh agama, menurut Zuhri perlu bekerjasama dengan psikolog dan kepolisian untuk membekali semangat anti narkoba.
"Kegiatan pembinaan agama, kegiatan sosial keagamaan dan spiritual theraphy menjadi jalan keluar yang sempurna," jelas Zuhri.
(van/Rez)











































