"Saya siap kalau memang saya salah, saya siap bertanggung jawab," kata Bachtiar usai melaporkan kekayaannya di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Kamis (21/1/2010).
Pria asal Medan ini juga siap dipanggil lagi oleh KPK jika ada keterangan yang diperlukan. Namun, Bachtiar meminta jika tidak ada bukti yang menjerat keterlibatannya, jangan sampai ada rekayasa.
"Kalau saya tidak bersalah jangan mengada-ngada. Sudah saya jelaskan semuanya," jelas politisi PPP ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sapi itu kan program membantu orang miskin, sebenarnya sapi itu tidak fiktif, aman ada tidak fiktif baca saja laporan BPK, kalau itu fiktif pasti ditulis fiktif di laporan BPK," tutupnya.
Kasus tersebut sudah mulai diselidiki sejak September 2007 di KPK. Namun, baru ditingkatkan ke penyidikan oleh KPK pada akhir Desember lalu. Belum ada tersangka yang diumumkan oleh lembaga antikorupsi tersebut.
Proyek pengadaan sapi potong di Depsos merupakan bagian dari Program Bantuan Sosial fakir miskin yang diselenggarakan pada 2004. Proyek pengadaan sapi itu menggunakan APBN 2004. Belakangan diketahui proyek itu melakukan mekanisme penunjukkan langsung tanpa tender, dengan hanya berdasarkan pada surat dari Pemimpin Bagian Proyek Bansos Fakir Miskin (Dir Bangsos Fakir Miskin No: 48 D/BP-BSFM/IX/2004 tgl 9 September 2004).
(mad/Rez)











































