"Kita undang otoritas perbankan untuk pengamanan mungkin dengan pemindaian sidik jari untuk aksesnya. Sehingga tidak ada yang dititipkan lagi seperti PIN yang akan merugikan kita," jelas Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi.
Hal ini disampaikan Ito menjawab pertanyaan wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (21/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mencoba membuka lagi file lama, kemudian salah satunya melibatkan orang luar negeri. Sekarang sedang diturunkan ke daerah untuk bekerjasama dengan otoritas perbankan," tutup Ito.
Apakah dipastikan pelakunya asal Rusia? "Itu masih kita kembangkan," tutupnya.
(ndr/iy)











































