"Mereka itu berdiri di dua kaki, kalau dalam sinetron Gerhana aku bilang: Pening aku sama yang dua ini," kata Ruhut usai rapat pemeriksaan pansus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/1/2010).
Menurutnya, jika Golkar dan PKS konsisten sebagai koalisi, harusnya dalam pemeriksaan Sri Mulyani dan Boediono, kedua partai itu membela kedua profesional yang menjadi bagian pemerintah itu.
"Kalau (alasannya) kritis, nggak usah ikut boncengan," ujar dia.
Khusus untuk Golkar, Ruhut mengaku mengerti alasan partai beringin bersikap seperti itu. Menurutnya, hal itu tak terlepas dari pergantian kepemimpinan Golkar beberapa waktu lalu.
"Aku juga bekas kader Golkar, kau mengertilah. Di sini (pansus) juga masih ada fans JK (Jusuf Kalla)," kata Ruhut soal kekalahan JK di Pilpres sementara Ketum Golkar sekarang Aburizal Bakrie memilih masuk koalisi SBY.
"Itulah makanya, kalau siap menang juga harus siap kalah," sindir mantan pengacara ini.
(lrn/fay)











































