"Tersangka belum, masih perlu lidik (penyelidikan) lebih dalam," ujar Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gede Alit Widana saat jumpa pers di kantornya, Jl Gunung Sanghyang, Denpasar, Kamis (21/1/2010). 20 Saksi yang diperiksa merupakan korban maupun pihak perbankan.
Dalam mengejar pelaku, Gede mengakui menemui kesulitan. Hal ini karena mereka tidak mengetahui lokasi pembobolan ATM tersebut di mana. "Kami tidak tahu saat terjadi ATM di mana (TKP-nya) dan kami tidak tahu ke mana rekening yang dituju (transfernya)," jelasnya.
Korban yang melapor ke polisi hingga kini sudah 14 nasabah dari 3 bank, yaitu BCA, BNI, dan Bank Permata. Sedangkan untuk BII, BRI, dan Bank Mandiri, hingga kini belum ada yang melapor. Total kerugian dari 14 orang tersebut mencapai Rp 522.369 juta.
(amd/nrl)











































