"Kita sudah berkoordinasi dengan bank di Denpasar. Pihak bank seharusnya kooperatif supaya kita bisa mengungkapkan dengan cepat," ujar Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gede Alit Widana di Mapoltabes Denpasar, Jl Gunung Sang Yang, Bali, Kamis (21/1/2010).
Menurut Gede, kecepatan penyidikan untuk membongkar kejahatan pelaku pembobolan jadi terhalang dengan alasan rahasia bank. Yang tahu pasti di mana lokasi pelaku membobol uang nasabah ada di pihak bank.
"Polisi belum memiliki data valid," ungkapnya.
Gede mengatakan, hingga kini ada beberapa data yang belum diberikan pihak bank yakni rekening yang digunakan para pembobol untuk mentransfer uang ke pihak perantara dan rekening transfer akhir tujuan.
"Kalau tujuan akhir transfer itu diketahui, kita bisa mengungkapkan dari situ," imbuhnya.
Bahkan, lanjut Gede, polisi sudah melayangkan surat panggilan pada pengurus bank, tapi belum ada yang memenuhi panggilan. Jika 2 kali panggilan tidak hadir juga, maka akan dijemput paksa.
Rencananya Kamis 28 Januari, polisi akan mengundang pihak perbankan untuk mendemokan pemakaian skimmer. Skimmer yang disita dari ATM itu didapat polisi semalam dari.
Korban skimmer yang melapor ke polisi Bali hingga kini sudah 14 nasabah dari 3 bank, yaitu BCA, BNI, dan Bank Permata. Sedangkan untuk nasabah BII, BRI, dan Bank Mandiri, hingga kini belum ada yang melapor. Total kerugian dari 14 orang tersebut mencapai Rp 522.369 juta. (gus/nrl)










































