"Nasihat tersebut mencakup rujukan ke hari raya Nyepi (Tahun Baru Saka) dan mengarahkan warga Australia ke buletin perjalanan Tahun Baru Saka," kata Counsellor (Public Affairs) Kedutaan Australia untuk Indonesia, Jenny Dee kepada detikcom, Kamis (21/1/2010).
Pihak Dubes Australia membenarkan peringatan tersebut dikeluarkan DFAT (Australia's Department of Foreign Affairs) untuk warga Australia yang ingin berkunjung ke Indonesia, terutama Bali. Nasihat tersebut hanyalah bersifat mengingatkan kembali warga Australia agar selalu waspada terhadap ancaman terorisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait peringatan yang dikeluarkan pada 20 Januari 2010 kemarin, kata Jenny, berkaitan dengan tahun baru saka pada 16 Maret mendatang. Pada saat itu aktivitas penerbangan, wisata, hotel dan lainnya akan dihentikan sementara untuk menghormati hari raya.
"Satu-satunya informasi baru yang dikeluarkan pada 20 Januari adalah dalam kaitan dengan Tahun Baru Saka," tandasnya.
(ape/Rez)











































