Meningkatkan Standar Pendidikan Penting, Tapi Jangan Drastis
Selasa, 20 Apr 2004 16:14 WIB
Jakarta - Ujian Akhir Nasional (UAN) dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas. Tentu tujuan mulia. Namun, akan lebih baik jika strateginya pelan-pelan."Standar nasional untuk memperbaiki mutu memang penting, tapi tentu tidak harus drastis," komentar Yusman, seorang bapak yang anak bungsunya adalah siswa kelas 3 SMP.Yusman menunjuk cerita Kireina, seorang siswa dari Yogya yang menceritakan bahwa tidak ada teman di sekolahnya yang lulus try out UAN. Cerita itu, kata Yusman, membuatnya tambah khawatir meskipun anaknya pemegang ranking atas di sekolahnya. "Jangan sampai UAN justru akan menghasilkan anak-anak putus sekolah karena tidak lulus," pesan Yusman.Sementara Agus Muslih adalah bapak seorang siswa SD. Meski demikian, dia menilai kebijakan UAN ini sangat tidak memotivasi anak didik untuk menjadi yang terbaik. "Setahu saya hasil UAN adalah hasil sesaat, sedangkan anak didik setiap saat ada hasil ulangan harian yang juga sebagai alat ukur jadi akan lebih bijak jika tetap seperti sebelumnya. Jangan mematok hasil UAN sebagai satu-satunya alat ukur untuk lulus/tidak," katanya.Soal UAN sendiri dikirim dari pusat dan berlaku nasional. "Bagaimana mereka yang berada di desa-desa yang sarana pendidikannya minim? Apa mereka sama dengan yang berada di kota besar, tentunya tidak. Ini juga harusnya dipetimbangkan," urai Agus."Kalau Depdiknas ngotot akan melakukan UAN, saya setuju kita orang tua meng-Kampar-kan Jakarta, kalau perlu nasional," tandas Agus.Sedangkan Sukasno menceritakan anaknya yang duduk di kelas 3 sebuah SMP swasta Katolik di Jawa Tengah. "Anak saya kalau pulang sekolah tampak loyo. Habis uji coba UAN, juga bingung. Sudah beban mata pelajarannya berat, dihadang aturan yang bikin stres. Kalau tingkat ketahanan tidak prima, bisa KO karena stres," katanya.
(nrl/)











































