"Saya sangat setuju dengan tindakan polisi itu. Karena itu baik untuk kesehatan anak jalanan," kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/1/2010).
Dia mengaku, apa yang dilakukan pihak kepolisian tersebut sebenarnya untuk kesehatan anak jalanan juga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedang terkait penolakan dari Komnas Anak dan sejumlah aktivis anak terkait pemeriksaan dubur, Ruhut menjelaskan, ada baiknya bila pengkritik melihat dari aspek kesehatan.
"Jangan sampai dibawa-bawa sampai pelanggaran HAM. Pihak LSM harusnya membantu polisi dalam hal memberikan penyuluhan. Apa yang dilakukan polisi itu demi kesehatan mereka," terangnya.
Tak lupa dia menyarankan agar pendekatan yang dilakukan polisi juga dilakukan secara manusiawi. "Jangan dikejar-kejar atau diuber. Jangan buat anak-anak merasa takut. Harusnya pendekatan, misalnya dibawa ke Puskesmas, itu lebih baik," tutup eks politisi Golkar ini.
Razia anak jalanan ini sudah dilakukan Polres Bekasi. Selain mendata, polisi memeriksa dubur anak jalanan. Tercatat ada 15 anak yang diperiksa dan dubur mereka normal. Sedang Polres Jakarta Utara juga melakukan pendataan dan memeriksa dubur anak-anak jalanan, bila sang anak mengaku mendapat pelecehan seksual.
(ndr/nrl)











































