Polisi Inggris Gagalkan Plot Pengeboman di Old Trafford
Selasa, 20 Apr 2004 15:36 WIB
Jakarta - Aparat kepolisian Inggris telah menggagalkan plot pengeboman bunuh diri di stadion olahraga besar Inggris. Rencana pengeboman tersebut akan dilakukan pada saat pertandingan sepakbola antara klub ternama Manchester United melawan Liverpool, yang akan digelar Sabtu (24/4/2004) pekan ini.Demikian dilaporkan surat kabar setempat, The Sun yang mengutip sumber kepolisian, seperti dilansir News.com.au, Selasa (20/4/2004). Plot tersebut digagalkan dengan penangkapan 10 orang dalam operasi antiteror, Senin (19/4/2004) kemarin.Dituliskan harian tersebut, para tersangka teroris tersebut telah membeli tiket untuk menyaksikan pertandingan di stadion Old Trafford, yang berkapasitas 67 ribu penonton itu.Sumber polisi tersebut mengungkapkan bahwa beberapa ekstrimis al Qaeda telah berencana meledakkan diri mereka di bagian-bagian terpisah lapangan saat pertandingan berlangsung."Plot tersebut melibatkan beberapa individu pengebom di bagian terpisah stadion," ujar sumber polisi tersebut kepada The Sun. "Jika berhasil, serangan seperti ini akan mengakibatkan pembantaian massal. Ribuan orang bisa saja tewas," imbuhnya.Sebanyak 10 orang dibekuk aparat dalam serangkaian operasi penyerbuan yang melibatkan 400 polisi di seluruh Inggris utara, kemarin. Menurut media tersebut, penangkapan ini bisa dilakukan setelah berbulan-bulan penyadapan pembicaraan telepon genggam dan pengawasan oleh otoritas Inggris dan Amerika Serikat.Kementerian Dalam Negeri Inggris sendiri menolak memberikan komentar atas berita The Sun ini. Sementara pihak Manchester United membantah bahwa stadion miliknya, Old Trafford, telah dijadikan sebagai target terorisme. Seorang juru bicara klub tersebut mengatakan bahwa pihak kepolisian tidak mengatakan apapun tentang hal tersebut."Kami tidak diberi tahu bahwa Old Trafford merupakan target serangan teroris," ujarnya.Inggris telah menerapkan kewaspadaan penuh akan serangan teror menyusul pengeboman di Madrid, Spanyol yang menewaskan hampir 200 orang pada 11 Maret lalu.Kepala Kepolisian London Sir John Stevens bahkan telah berulang kali mengingatkan bahwa serangan teror, terlebih pengeboman bunuh diri sangat mungkin terjadi di Inggris.
(ita/)











































