Kalla Lengser,Petambak Berdemo
Selasa, 20 Apr 2004 13:21 WIB
Jakarta - Meski sudah menyampaikan surat pamitan pada Presiden Mega untuk lengser dari kursi menko kesra, tapi Yusuf Kalla tetap mengantor. Bahkan dia menerima 100-an pendemo yang datang ke kantornya.Sekitar 100 petambak dan nelayan Indramayu yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI), melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Menko Kesra, Jl.Medan Merdeka Barat, Jakpus, Selasa siang (20/4/2004). Mereka menuntut pemulihan dan rehabilitasi lingkungan pesisir dan pantai Indramayu, yang menurut mereka telah dicemari limbah minyak mentah milik Pertamina.Dalam pernyataan sikapnya, KOMPI menjelaskan, pada awal 2003 terjadi pencemaran minyak hitam (crude oil) akibat kebocoran pipa bawah laut di Balongan dan Cirebon. Hal yang sama kemudian terjadi lagi pada Agustus 2003. Hal ini pun meresahkan petambak dan nelayan di Indramayu.Kerugian yang dialami nelayan dan petambak, menurut KOMPI antara lain, matinya udang dan ikan yang mereka pelihara, dan kesulitan mencari ikan karena ikan menjauh dari perairan Indramayu. Akibatnya, nelayan dan petambak merugi sampai Rp 2,7 triliun.Atas pencemaran ini Menteri Lingkungan Hidup telah mengeluarkan rekomendasi yang tertuang dalam Surat Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor B-272/MENLH/06/2003. Isi surat itu adalah rekomendasi terhadap UP VI DOH Balongan dan UPMS Pertamina untuk menyelesaikan masalah pencemaran akibat kebocoran pipa bawah laut Pertamina. Menurut KOMPI hingga kini Pertamina belum melakukan perbaikan lingkungan dan menindaklanjuti perintah menteri tersebut.Menanggapi hal ini, Menko Kesra Yusuf Kalla menegaskan, Pertamina seharusnya menepati janjinya. "Ini masalah yang harus saya sampaikan ke Pertamina dan Lingkungan Hidup, semuanya sudah dijawab oleh Pertamina jadi bagaimana Pertamina menjalankan hal-hal yang sudah disetujui itu," demikian Kalla.
(nrl/)











































