Bukan Wali Murid pun Ingin Ikut Aksi 'Kampar Nasional'
Selasa, 20 Apr 2004 13:15 WIB
Jakarta - Aldin bukan orangtua murid. Anaknya baru umur setahun. Namun dia resah juga gara-gara Ujian Akhir Nasional (UAN). Karena itu, jauh-jauh hari dia mendaftar untuk ikut aksi "Kampar Nasional" dengan agenda tunggal menolak UAN."Saya membaca semua kisah yang terjadi di negeri ini terutama orang tua didik. Begitu sadisnya perlakuan pihak otoritas negeri ini khususnya Depdiknas yang memberlakukan hal itu. Yang lebih parah lagi begitu banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh orang tua siswa," kata Aldin pada detikcom, Selasa (20/4/2004).Aldin khawatir kebijakan yang tidak menguntungkan itu akan berdampak pada anaknya yang kini masih balita, khawatir tidak akan dapat mengongkosinya. "Saya akan ikut dalam aksi mogok, walau saya pekerja swasta, bukan di sektor pendidikan. Dan tolong beritahukan kapan dan di mana akan diselenggarakan aksi mogok tersebut," ujar Aldin.Sementara itu, seorang siswa dari Yogyakarta bernama Kireina memberitahu detikcom tentang ujicoba (try out) UAN di sekolahnya. "Baru ujicoba UAN saja banyak siswa -- bukan banyak lagi malahan -- semua peserta UAN di sekolah saya tidak lulus, karena nilainya tidak sampai 4,01," cerita Kireina."Apalagi besok kalau sudah menempuh UAN beneran, bisa-bisa semua murid tidak lulus? Tolong dong dikoreksi ulang peraturannya," tegas Kireina.Punya keluhan senada tentang UAN? Sampaikan ke redaksi@staff.detik.com.
(nrl/)











































