Ruhut Bicara 'Burung' di Pansus Angket Century

Ruhut Bicara 'Burung' di Pansus Angket Century

- detikNews
Rabu, 20 Jan 2010 18:37 WIB
Ruhut Bicara Burung di Pansus Angket Century
Jakarta - Pansus Angket Century makin mirip dagelan politik saja. Dalam setiap rapat, ada saja hal-hal lucu yang muncul dari rapat Pansus yang diketuai oleh politisi Golkar Idrus Marham tersebut. Siapa lagi yang selalu bikin 'ulah' kalau bukan Ruhut Sitompul.

Dalam rapat Pansus yang berlangsung siang ini, politisi tersebut menyebut istilah 'burung', atau kata lain alat kelaminย  milik laki-laki, untuk menyindir mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji.

"Tolong jangan ajari ikan berenang, kita semua pintar berenang, burung terbang. Kalau tidak bisa terbang ya burung kita-kita ini," kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2010).

Ruhut menyindir Susno lantaran membagi-bagikan buku sesaat sebelum bersaksi dalam rapat Pansus Angket Century. Buku yang dibagikan berjudul "Susno Duadji di Mata Sahabat Pers." Buku berwarna putih itu ditulis oleh Achmad Setiyaji dan Edi Nasution. Buku tersebut bergambar Susno yang mengenakan seragam kepolisian dan wajah Susno yang mengenakan pakaian warna putih. Buku terdiri 166 halaman.

Buku kedua yang dibagikan berjudul "Perjalanan KUHAP Seperempat Abad Lebih, Masalah Substansi dan Implementasi". Buku warna coklat bergambar tangan yang menggenggam palu merupakan karangan Susno. Buku tersebut terdiri dari 295 halaman.

"Tadi ada beberapa anggota Pansus yang dapat, tapi ditarik kembali. Tapi saya tetap menyimpan satu," ucap Ruhut.

Ruhut juga menyindir Susno yang membedah kasus mantan bos Bank Century menjadi beberapa berkas.

"Bapak menjelaskan seperti film Rambo, ada jilid I, jilid II, hingga jilid V. Tolong jangan dibikin film ini kayak film Rambo," kritik pria asal Medan ini.

Penangkapan mantan pemilik Bank Century Robert Tantular yang menurut pengakuan Susno atas perintah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menjadi sasaran kritik Ruhut.

"Tangkap orang karena fakta, bukan karena kekuasaan," pinta pria nyentrik ini.

(anw/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads