Kelurahan Dimekarkan, Sulit Melacak Sumini di Palembang

Jeroen de Graaff Cari Sumini

Kelurahan Dimekarkan, Sulit Melacak Sumini di Palembang

- detikNews
Rabu, 20 Jan 2010 15:40 WIB
Kelurahan Dimekarkan, Sulit Melacak Sumini di Palembang
Palembang - Sumini, orangtua Jeroen de Graaff, sulit sekali dilacak keberadaan maupun informasinya di Palembang. Berbekal alamat seadanya, bagai mencari sehelai rambut di tumpukan beras.

Saat ini kelurahan 20 Ilir sudah dipecah menjadi empat kelurahan. Yakni Kelurahan 20 Ilir I, 20 Ilir II, 20 Ilir III, dan Sungai Pangeran. Luas wilayah kelurahan 20 Ilir mencakup hampir setengah panjang Jalan Jenderal Sudirman yang membelah Palembang. Sejak tahun 1982 hingga saat ini jumlah RT mengalami tiga kali perubahan.

Detikcom mencoba menelusuri dengan mendatangi Kecamatan Ilir Timur I, dari seorang petugas di kantor camat itu, diperkirakan alamat orangtua Jeroen itu berada di kawasan 20 Ilir III.

Dari informasi itu, detikcom langsung melacak keberadaan RT.31. Tenyata menurut ketua RT.31, Agus, RT.31 di tahun 80-an adalah RT.33. Selain itu dia juga tidak menemukan warganya bernama Sumini. "Tapi, saya berjanji akan melacak data lama. Kalau dapat informasi, saya akan kasih tahu. Saya tidak tahu di mana RT.31 yang lama," katanya.

Lalu pihak Kelurahan 20 Ilir III, mengatakan di tahun 1980-an, tidak ada RT.31 di wilayah kelurahannya. "Coba lacak bae ke keluarahan lainnya," katanya. "Kita juga akan kasih informasi bila menemukan warga yang bernama Sumini," lanjutnya.

Beberapa warga asal Jawa yang dulunya banyak berkebun—kini nyaris tidak ada lagi kebun—di wilayah kelurahan 20 Ilir III juga tidak pernah mendengar nama Sumini, apalagi ada anaknya yang diadopsi oleh keluarga asal Belanda. "Saya mengenal namanya Rumini, tapi sudah pindah ke Jakarta atau Jawa. Tapi saya ragu apakah ada anaknya yang diadopsi wong Belanda," kata Suparja, warga RT.36.

Kini detikcom tengah mencoba melacak ke Kelurahan Sungai Pangeran, yang berada di sekitar RS Charitas. Pelacakan ke kelurahan ini lantaran di tahun 1980-an banyak warga Belanda yang bekerja di rumah sakit tersebut, dan sebagian juga terdapat banyak warga asal Jawa yang berkebun dan bekerja dengan keluarga Belanda di daerah ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jeroen de Graaff mencari ibu kandungnya, Sumini. Pria yang diadopsi warga Belanda ini rela merogoh uang jutaan untuk mendapatkan informasi soal Sumini.

Pacar Jeroen, Flora Pirri, yang membantu Jeroen mencari Sumini mengaku pernah memberikan Rp 30 juta kepada UTR, saksi yang menandatangani dokumen adopsi Jeroen.

"Ya dikasih. Karena dia saksi yang tandatangan di notaris saat adopsi Jeroen," kata Flo, panggilan akrab Flora, kepada detikcom, Selasa (19/1/2010).

Sayangnya, meski telah mengeluarkan uang, informasi yang diberikan UTR masih salah. Kemudian Jeroen menggunakan jasa sebuah yayasan untuk kembali mencari ibunya. Yayasan kembali melacak lewat UTR. Lagi-lagi untuk mendapatkan informasi dari Utari, selalu ujung-ujungnya duit.

"Setelah dikasih duit juga mutar-mutar yang kembali lagi ke duit. Akhirnya kita nggak kasih," jelasnya.

Wanita yang bekerja di perusahaan telekomunikasi di Indonesia ini mengatakan, kalau Jeroen dan dirinya sedang mencari Winata yang merupakan saksi lain dalam penandatanganan adopsi.

Flora sudah mengirimkan surat ke alamat Winata di Amerika. Namun email dan lainnya mengenai Winata masih belum jelas. "Kita masih cari Pak Winata itu," ungkapnya.
(tw/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads