Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Gde Sugianyar, di Mapolda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Rabu (20/1/2009).
"Ada beberapa modus. Pertama, seperti di luar negeri yakni dengan cara memasukkan alat magnetik ke mesin ATM. Tindakan ini dilakukan untuk mendeteksi data nasabah," kata Sugianyar.
Modus lainnya, sambung Sugianyar, pelaku menggunakan fasilitas internet banking. Pelaku berhasil melakukan aksi pencurian karena mengetahui data-data penting milik nasabah.
Menurut Sugianyar, tim Cyber Crime Polda Bali masih menyelidiki dugaan-dugaan tersebut. Di sisi lain, sambung Sugianyar, polisi berharap ada kerjasama yang baik dari pihak bank.
"Kita masih menunggu hasil penyelidikan tim cyber crime. Kira juga berharap mereka (pihak bank) proaktif melindungi nasabah dan berkoordinasi dengan polisi," ujar Sugianyar.
(djo/iy)











































