Bayi kembar siam itu adalah anak pertama pasangan Agus Dwi Prasetyo (24) dan Priyantini (30), warga Dusun Kerten, Kepanjen, Delanggu, Klaten, Jateng. Keduanya dilahirkan di RS Dr Oen, Boyolali Selasa (19/1) lewat operasi cesar saat kandungan memasuki usia delapan bulan.
Bayi kembar siam itu mengalami dempet di bagian dada hingga perut dan hanya memiliki satu tali pusat serta masing-masing memiliki dua tangan dan dua kaki. Untuk mendapatkan perawatan lebih intensif dan mengingat kondisi orangtua bayi, keduanya lalu dikirim ke RS Dr Moewardi Solo, Rabu (20/1/2010).
Humas RS Dr Moewardi Solo, Sri Mulyati, memaparkan kedua bayi dalam kondisi stabil di dalam inkubator. Tim dokter yang menangani terus memantay kondisi keduanya. Tim terdiri dari dokter spesialis anak, spesialis bedah anak, spesialis jantung anak, spesialis anestesi, spesialis radiologi, spesialis patologi klinik, dan spesialis bedah plastik.
Agus, ayah bayi, memaparkan selama masa hamil tidak ada tanda-tanda kelainan pada kandungan istrinya. Dia juga mengaku rajin membawa istrinya memeriksakan kandungan ke Puskesmas terdekat.
Agus dan istrinya mengetahui bayinya kemungkinan merupakan bayi kembar siam setelah dilakukan pemeriksaan melalui USG di Rumah Sakit Dr Oen, Boyolali, pada saat kandungan berumur enam bulan. Dua bulan setelahnya, istrinya mengalami kontraksi sehingga dokter di RS Dr Oen Boyolali memutuskan melakukan operasi cesar.
"Terus terang kami kesulitan biaya. Kemarin saya berusaha mengurus kartu Jamkesmas, tapi menurut petugas kecamatan quota-ya sudah habis. Kami memerlukan biaya untuk pemisahan dan perawatan kedua anak kami," ujar karyawan pada sebuah pabrik tekstil di Sragen tersebut.
(mbr/djo)











































