Polisi Poso Razia KTP, Senjata Rakitan dan Bahan Peledak
Selasa, 20 Apr 2004 00:27 WIB
Palu -
Untuk menjamin pemulihan keamanan dan ketertiban pasca pemilihan umum (pemilu) 2004 di Poso, Sulawesi Tengah, polisi mengintensifkan kembali razia Kartu Tanda Penduduk (KTP), senjata rakitan dan bahan peledak.Penegasan ini disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Taufik Ridha MM, usai peringatan Hari Ulang Tahun ke-11 Polda Sulteng di Mapolda Sulteng, Jl. Sam Ratulangi, Palu Timur, Senin (19/4/2004)."Kami menganjurkan agar masyarakat dapat mengurus tanda pengenal kepada pemerintah daerah setempat. Soal razia senjata api dan bahan peledak, juga akan terus dilakukan sampai kondisi benar-benar pulih," tandas Taufik.Kepada aparat pemerintah setempat, Taufik mengingatkan untuk seselektif mungkin menerima permohonan pengurusan KTP dan semacamnya. "Kalau memang misalnya dia ragu-ragu itu bukan warga desanya, ya mereka harus menyelidiki. Jangan sampai kecolongan," katanya.Untungnya, lanjut Taufik, saat ini kondisi Poso berangsur-angsur kondusif. Ia menyayangkan jika masih ada pihak yang tak ingin Poso pulih seperti sediakala.Mengenai pengamanan pemilihan presiden dan wakil presiden di Poso, Taufik mengatakan, pihaknya akan menggelar pengamanan khusus. Pengamanan itu juga ditujukan untuk proses selama berlangsungnya kampanye capres dan cawapres. "Kita tengah melakukan pelatihan pengamanan kampanye capres dan wapres, sampai pada hari H pemilihannya," demikian Taufik Ridha.
(ani/)










































