Jenna Harrington (25), begitu nama gadis bule ini. Gadis asal Adelaide, Australia ini terus bercerita tentang kondisi Desa Air Anyir. Desa yang kini sudah ia tinggali selama satu bulan penuh.
"Saya baru saja mendatangkan 40 tong sampah untuk desa ini," kata Jenna penuh semangat saat ditemui di Desa Air Anyir, Sungai Liat, Bangka Belitung (Babel), Selasa (18/1/2010).
Apa pasalnya? "Di sini warga sangat mudah buang sampah sembarangan," ujarnya
Usaha moril Jenna bergayung sambut. Warga yang semula acuh tak acuh soal sampah kini menjadi lebih awas.
Kesadaran warga tentang kebersihan lingkungan di wilayah pesisir pantai Pulau Bangka ini memang belum tumbuh benar. Karenanya, Jenna dan 17 pelajar asal Indonesia dan Australia memberikan program-program bertema lingkungan hidup guna mengurangi potensi penyakit.
Perlu diketahui, Desa Air Anyir termasuk daerah endemi penyakit Malaria. Lebih dari setengah penduduknya terserang penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
"60 persen KK dari 420 KK terserang Malaria selama ini," kata Kepala Desa Air Anyir, Yuhaidir.
Menurut Yuhaidir, kondisi Desa Air Anyir yang dikelilingi hutan dan banyaknya sampah rumah tangga yang menumpuk menjadi alasan utama mengapa nyamuk mudah berkembang biak. Selama bertahun-tahun, warga terus dihantui penyakit yang bisa menyebabkan kematian ini.
"Untuk warga Desa Air Anyir Malaria bukan sesuatu yang bikin kita kaget lagi. Kita sudah biasa, seperti halnya masuk angin," tambah Yuhaidir.
Berbekal ilmu kesehatan lingkungan yang dipelajarinya di Flinders University, Jenna dibantu rekannya Kori (mahasiswa Universitas Sriwijaya) membuat program agar endemi Malaria di Desa Air Anyir berkurang. Caranya mulai dari menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat akan kesehatan lingkungan hingga mengajak bersih-bersih rumah.
"Kita kasih penyuluhan. Membiasakan anak-anak menggosok gigi. Bersih-bersih rumah. Biasakan membakar sampah, banyak lainnya," imbuhnya.
Sementara itu, kondisi Desa Air Anyir memang sangat rentan berkembangnya penyakit Malaria. Nyamuk sangat mudah ditemui saat siang hari.Β
Di beberapa rumah, kelambu khusus pengusir nyamuk sudah terpasang rapih. Selain Malaria, Desa Air Anyir juga endemi penyakit Chikungunya.
"Kita sudah pernah fogging, pemberian bubuk abate dan juga pembagian kelambu (lampu)," tandas Yuhaidir.
(ape/mad)











































