Para pengungsi setiap harinya selalu memutari sekitar puing-puing bangunan, berharap menemukan sesuatu yang bisa digunakan untuk melanjutkan kehidupan mereka, setelah barang-barang mereka tertimbun reruntuhan.
"Penjarahan banyak terjadi di kawasan perbelanjaan utama dari Port-au-Prince, mereka memecahkan etalase yang berisi makanan atau barang yang mereka anggap masih bisa dimanfaatkan", ujar seorang wartawan Ioan Grilo seperti dilansir TIME, Rabu (20/01/2010).
Ioan menambahkan, ia juga bertemu seorang pria gimbal bertopi Rastafarian dengan berbahasa Spanyol yang mengatakan, hasil curian tersebut ditukar dengan uang yang biasa digunakan untuk membeli makanan. Rumah pria tersebut telah hilang sekarang mereka tidur di jalan.
Adegan tembak-tembakan seperti tampak jadi pemandangan yang biasa pascagempa.Tembakan dari senapan para polisi yang berjaga terdengar layaknya sebuah pesta karnval.
Pihak kepolisian pun akhirnya tidak bisa berbuat banyak melihat kondisi ini. Padahal kekacauan seperti ini nantinya akan memperlambat proses pengiriman bantuan yang sedang dilakukan oleh pasukan dari AS.
(lia/mad)











































