Panglima TNI Tak Berminat Jadi Wapres, TNI Tetap Netral
Selasa, 20 Apr 2004 00:12 WIB
Jakarta -
Keinginan berbagai parpol menyeret Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto ke kancah politik kandas sudah. Secara gamblang, Mabes TNI sudah mengeluarkan pernyataan bahwa Panglima TNI tidak berminat menjadi calon Wapres.Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Kapuspen TNI Mayor Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta, Senin (19/4). "Saya ingin sampaikan, tidak ada komitmen panglima TNI dalam kaitan dengan penawaran untuk menjadi wapres. Itu berarti, panglima tidak punya minat ke arah itu. Yang jadi perhatian TNI, dengan segenap prajurit tetap konsentrasi untuk mengamankan pemilu agar sampai pada tujuan yang diharapkan," kata Sjafrie.Memang, kata Sjafrie, Panglima TNI telah menerima beberapa tokoh politik yang ingin bersilaturahmi atau bertukar pikiran. Hanja saja, dalam pertemuan itu, tidak pernah diakhiri dengan satu komitmen apa pun.Menjawab pertanyaan partai-partai mana saja yang sudah menemui Sutarto, Sjafrie menolak menjawab. Alasannya, dirinya tidak tahu karena tidak ikut dalam pertemuan-pertemuan tersebut.Untuk di ketahui saja, merebaknya kabar Sutarto akan menjadi cawapres memang sempat berembus kencang. Semula hembusan ini datang dari kubu PAN. PAN sebagaimana diutarakan beberapa tokohnya, sangat berminat meminang Sutarto sebagai Wapres untuk mendampingi Amien Rais. Bahkan Amien Rais sendiri sudah bertemu dengan Sutarto.Hari ini Senin (19/4/2004) giliran Akbar Tanjung yang secara terus terang berminat menggandeng Sutarto sebagai Wapres. Dengan catatan, jika Akbar lolos dalam konvensi Golkar. Namun, Akbar mengakui, niatnya itu belum mendapat respon apapun dari Sutarto. Bahkan sebelum Akbar pun, PDIP pun juga sempat berminat menyandingkan Sutarto dengan Megawati.Nah, menurut Sjafrie, tawaran atau upaya yang meminta Panglima TNI menjadi cawapres adalah hak para calon presiden. Dan TNI sebagai institusi ingin kembali menegaskan bahwa TNI tetap memegang teguh netralitas. Hal ini wajib dipegang teguh segenap prajurit TNI. "Jadi, sikap TNI tentang itu adalah harga mati. Netralitas sudah dianggap final," demikian Sjafrie Sjamsoeddin. Jadi Sutarto tetap memilih berada di barak?
(bdi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































